Tuesday, May 10, 2011

MAY be know, SURELY YES

Owkeh,
emang sih bulan Mei ini belum habis, tapi selama bulan ini lumayan... MENYENANGKAN.

Jadi, Awal Mei lalu, tanggal 2 Mei 2011, angkatan saya ada yang namanya Sneak Peak theater. Itu adalah cuplikan hasil latihan kami selama 4 bulan di depan temen-temen seangkatan dan Guru bahasa Indonesia kami. Dan itu, BEH, ajib pada keren-keren. Kecuali bagi saya sih ya sepuluh 2 yang kayaknya ya gitu deh nggak jelas.

ya kalo mau tau, selama ini yang menurut saya bagus emang kelas saya sih --dan sepuluh satu, dengan berat hati. Ya secara yang bisa mencuri perhatian ya cuma kelas saya. Ada adegan romantis, adegan tegang, dan adegan lucu. Oke jujur, saya sendiri juga bingung ini sebenernya ceritanya kelas saya itu apa. Emang sih pemain utamanya adalah tokoh yang namanya Galih, Ratna dan Brenden. Tapi justru yang menarik perhatian adalah adegannya si Dukun dan Kebumen. Entah itu karena adegan kocak, atau si Dananto yang mainnya bagus. Entahlah.

Dan oke, sepuluh enam juga mencuri perhatian saya. Bukan karena plotnya keren atau apa. Tapi gara-gara pemainnya sumpah bikin ngakak.



Dan satu kabar gembira dari saya..
I WILL SEE PARAMORE THIS AUGUST, BABY! WOOHOO

Jadi dengan segenap jiwa dan raga mengantri 5 jam, saya mendapatkan tiket nonton konser paramore. TAPI kata yang jual "Kalo ada apa-apa saya hubungi ya," SHIT kayak ada apa-apa aja. moga-moga kagak ah
MAY be No, SURELY YES!

Tuesday, April 5, 2011

A melody, A memory, Or just one picture

Familiar dengan judul di atas ? Yep, itu adalah satu baris lirik dari lagunya Avenged Sevenfold yang Seize The Day. I will not to talk about Avenged Sevenfold or any of their songs. Tapi saya akan membicarakan tentang Melody, Kenangan, dan Gambaran.

So, belakangan ini, tangannya saya GUATEL BUANGET. awalnya aku kira ada kadas di tangan atau panu (karena belakangan ini tangan saya agak memutih), entahlah. Tapi setelah beberapa merenung, akhirnya saya sadar : saya kengen main piano. Oke, emang saya punya
keyboard yamaha yang abalnya naudzubillah. Tapi main piano sama keyboard itu jauh, man. Main keyboard itu ringan, nggak berasa. kalo main piano itu kerasa banget gitu auranya. Serius nggak bohong. Suaranya itu lho yang menenangkan hati. Beda gitu suara piano sama keyboard. Coba aja kalo nggak percaya.

As you haven't know -or if you already have, saya dulu pernah belajar -les- main piano yang sebenarnya ada 2 tahapan.
Tahap pertama adalah saat saya masih bersekolah di Yamaha Music Course. Yang GILA ITU KEREN ABIS. saya masuk sana kira-kira pas masih umur 4 tahun. setelah menjalani 4 level KMA (Kursus Musik Anak) sampe 4 level JXC (Junior Extensio
n Course) dan kemudian lulus. Pada masa-masa saya masih JXC saya nyambi juga les piano sama guru saya yang namanya IBU DJUNAEDI. Bu Djun ini yang mendidik saya dari nol (KMA) sampe kayak dulu (emang saya nggak begitu bagus sekarang mainnya. nggak pernah latihan lagi sih). Sekolah musik saya dulu namanya Cressendo. Dan itu katanya adalah sekolah musik paling mahal di jogja (ngeri). Selama di Cressendo itu saya sering ik
ut festival (ya sebenernya sih cuma festival antara YMC) aja sih. Dulu juga saya ikutan festival apa gitu nggak tau namanya. Jadi waktu itu aku dipilih dari murid-murid angkatan saya untuk maju lomba apa gitu aku lupa. Waktu itu aku main lagunya judurny
a "Sakura" pake electone gitu (keyboard yang ada2 tingkat yang ada pedalnya juga di bawah). Serius, benda itu selalu bikin mupeng. Dan biasanya kalo saya di kelas nih milihnya kalo nggak di Electone yang aku lupa nama aslinya itu apa ya di piano forte.
Tapi setelah lulus, akhirnya saya masuk ke tahap kedua. Tahap kedua itu setelah saya lulus dari Yamaha. Waktu itu aku les privat di sekitaran rumahnya temen. Guru saya itu adalah Pakdhenya Eros Chandra. Aku tidak lama les disini, abisnya saya sibuk sih. hahaha

But, somehow, Saya kengen banget main piano. Kayaknya sih gara-gara anak satu angkatan saya ada yang bisa main piano baguuuuuuus banget. Dan saya oengen b
elajar lagi. Jadi gatel gitu tangannya. Setelah itu, saya benar-benar pengen banget les lagi (di Yamaha). Dan gara-gara kemaren saya ke rumahnya sepupu saya yang punya piano forte, saya pun jadi pengen punya piano. Awalnya sih aku cuma pengen punya c
lavinova, kayak piano elektrik gitu. tapi piano itu kayaknya lebih menggiurkan.

Baldwin Custom Heavy Metal :
harga : $114,348
Bahan : Kebanyakan dengan kayu Maple. Pada bagian papan suara adalah dari kayu cemara. Bagian kuncinya adalah kayu Hitam Afrika.


Baldwin Custom Leopard
Harga : $92,722
Bahan : Kebanyakan dengan kayu Maple. Pada bagian papan suara adalah dari kayu cemara. Bagian kuncinya adalah kayu Hitam Afrika.


Baldwin Custom Metallic Scroll
Harga : $87,945

Baldwin Custom Tuxedo M1
Harga : $82,993

Baldwin Custom Walnut Scroll
Harga : $89,856
Bahan : Kayu walnut

Astaga, piano itu SUNGGUNG SANGAT KEREN. Terutama si Walnut Scroll.

A melody from a piano. A memory of piano, A picture of a piano.

Tuesday, March 1, 2011

Curhat Colongan part 2 : Ketika saya patah hati dengan ikhlas

Mari curcol lagi. Astaga, saya ketagihan.

Jadi, di post yang lalu, aku kan bilang aku lagi jatuh cinta dan lagi sakit 'hati' like you know, semacam galau gitu lah.
Sekarang udah enggak lho..

Jadi ceritanya, setelah ada acara WSC di sekolah, saya mulai mikir : "He doesn't belong with me. He belongs with someone else." Dan boom! Beberapa hari kemudian a.k.a hari selasa, aku bukain hapenya sepupu jauh saya dan ada banyak banget sms dari yang aku sukain di inboxnya. Dan, aku sedikit patah hati. Sampai akhirnya di rumah waktu aku ngedit foto-foto hasil jepretan saya pas wsc, aku nemu satu foto yang pas yang saya sukain itu liatin sepupu jauh saya sambil senyum, padahal pas saya foto dia NGGAK ada yang senyum. CANIS LUPUS FAMILIARIS !!! Apa-apaan coba itu?
Tapi setelah itu saya mikir : "Tapi emang kayaknya jodoh. Sepupu saya itu sholehah, cocok sama yang saya sukain itu karena dia sholeh. Udah gitu sama-sama pinter. SMSan pula. Pernah satu kelas pula (dan bakalan satu kelas kalo mereka masuk IPA). Mereka juga kalo ada acara sekolah gitu pasti satu bis, Dan lagi, mereka sama-sama PKL IPS waktu CIS. Jadi apa salahnya kalo emang mereka jodoh. Setidak-tidaknya kan dia jadi saudara aku." Dan hari berikutnya, saya coba untuk menerima hal itu. dan IT WORKS! saya bernah-benar merelakan yang saya sukain itu buat sepupu saya.
Toh, sebenernya temen-temen cowok yang aku ceritain juga selalu bilang : "Jauh amat kamu suka dia, cak?" Itu kan tandanya emang aku nggak jodoh sama dia. Orang lain yang menilai, kan?
Sekarang sebenernya, saya lagi suka sama seseorang juga. Nggak sampe kayak aku suka sama yang aku sukain itu sih, cuma tetep aja suka. Dia satu angkatan juga, dan dia udah punya pacar. Setidaknya, saya nggak akan patah hati sama dia.

Dan akhir-akhir ini aku juga pengen sih kayak Sustika, Sahabatku. Aku tu pengen kayak dia soalnya selain pinter, dia juga nggak mikirin cowok lho. Dia hebat sekali. Aku pengen kayak dia, Pengen hidup biasa aja. Pengen jadi pendiem, pengen jadi invisible, pengen jadi tenang gitu. Pengen deh belajar sama sustika.

Jadi, pada intinya saya sudah tidak cenat-cenut lagi. Saya udah biasa aja. Muslimah yang gentle adalah muslimah yang berani merelakan Muslim yang dicintainya untuk mendapatkan Muslimah yang lebih baik darinya. Dan karena saya muslimah yang baik, saya merelakannya. Dan saya dengan tidak sengaja juga sudah belajar Ilmu Ikhlas.

Be HAPPY :D