Saturday, May 25, 2013

Waktu Mei

Ini bulan Mei ya?
Nggak kerasa loh, sumpah. Kayaknya baru beberapa waktu lalu aku galau nggak pengen ketemu 1 Januari. Eh diem-diem ternyata udah akhir Mei. Udah hampir setengah tahun.

Tarik nafas, hembuskan.

Setelah UNAS kemarin, aku nggak punya kerjaan. Salahkan si MODEM!! Yang harusnya selama liburan ini bisa menyelesaikan "PR" eh malah buat baca fanfiction, buat Facebook-an. Ya kapan selesainya kalo gitu. Ah biar.

Betewe, Aku lulus loh. Murid abal yang kalo di kelas sukanya ngenet baca fanfiction dan tidur, di rumah cuma mantengin laptop ini lulus dongs :D betapa kerennya itu/ Ajaibnya, pas ngerjain soal Fisika kemarin, aku mau nangis karena susaaaaaaah banget. Hasilnya? Justru lebih baik dari pada yang aku kira. Kirain ntar dapet nilai 4. Ternyata nggak ada yang segitu. Woah :D Alhamdulillah, yah :D

Jadi sebentar lagi aku mau masuk kuliah. Ini gawat. Karena aku orangnya malesan. Gimana mau kuliah coba? Demi dah.

Seseorang bilang padaku "Kalau lagi sama kamu, waktu cepat berputar. Dan aku harap waktu pengertian kali ini untuk berhenti."

Nonsense.

Lalu aku jawab, "Kita yang tidak mengerti waktu. Waktu berjalan apa adanya. Konstan Yang seharusnya dilakukan adalah kita memanfaastkan waktu yang diberikan oleh waktu."

Cao.

Tuesday, April 23, 2013

Fool For Love

나와 같은 바보가 어디 있겠
그 사람도 날 기다리고만 있겠죠 바보, 바보, 바보처럼

There has to be a fool like me somewhere
That person will also be waiting for me fool, fool, like a fool

Saturday, March 30, 2013

First Ride X

Kemarin Jumat sekolahku dengan baik hatinya menyiapkan sebuah acara outbound untukkami kelas tga. Dan tidak seperti biasanya, aku kali ini sangat excited entah karena apa. Aku benar-benar ingin bermain bersama teman-temanku sampai puas.

Lalu masalah datang, "Aku ke sana naik apa?"

Lokasinya ada di Gamping. Mungkin 10 km dari rumahku. Tapi kurasa itu lebih. Pokoknya jauh. Dan aku nggak dapat tumpangan. Jadi akhirnya aku memutuskan untuk naik motor sendiri. Iya, sendiri.

Dan aku memang melakukannya. I rode the motorcycle, alone. Yes I rode it alone. Betapa menyenangkan sampai saat ini aku masih hidup tanpa ada tambahan luka jatuh. Sambil jalan aku sambil belajar bagaimana mengendalikan motor dan bagaimana aku harus bersikap di jalan. Aku selalu ada di belakang temanku. Jadi selain memperhatikan jalan, aku memperhatikan kaki temanku. Kapan aku harus menginjak rem, kapan aku harus menaikan gear dan kapan harus menurunkannya. Bagiku ini jauh lebih baik dari pada aku belajar keliling lapangan.

Dan yang lebih baik lagi, setiap berhenti di lampu merah mereka selalu bertanya padaku apakah aku baik-baik saja. Dan dengan senang hati mereka mencari jalan lewat pasar. Kau tahu, kan pasar itu kalau pagi ramai? Jadi aku sekalian belajar bagaimana mengatasi jalanan saat ada kemacetan. Aku cinta teman-temanku!

Sayangnya, karena suatu hal aku harus pulang bersama temanku. Aku tidak bisa melihat! Kacamataku jatuh di sungai.

Aku tidak sabar untuk naik motor lagi. Hee, I love the speed.