Showing posts with label sekolah. Show all posts
Showing posts with label sekolah. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

Kejadian yang Sama dengan Elemen-Elemen yang Berbeda

Tengah malam lagi. Dini hari lagi. Laptop lagi. Blog lagi.

Seperti deja vu, kan?

Iya, aku juga mengalami deja vu karena tiga minggu lagi aku akan menghadapi UNAS. *tepuk tangan* Dan aku mulai sering sakit kepala dan gigi. Katanya sih karena aku stress dan banyak pikiran. Itu wajar, kata si Dokter. Lagi pula, siapa yang nggak sakit kepalanya berkutat dengan mapel UNAS dengan bimbingan makhluk ganas? Bahkan aku udah kena ultimatum.

Waktuku benar-benar nggak banyak. Sekarang aku baru istirahat dari belajar untuk cuma dapet nilai 5,75. Bayangkan, nilai segitu aja aku harus berjuang ekstra. Ada apa dengan dunia ini?

Kenapa UNAS kali ini berbeda? Bukankah ini sama-sama UNAS? Dulu walaupun aku tidak paling pintar di sekolah aku tidak pernah sesulit itu untuk mendapatkan nilai 6. Tapi sekarang, nilai 6 sama aja nilai 9 jaman dulu. Harus dengan perjuangan ekstra.

Lalu ini salah siapa? Salahmu? salahku? Oke, karena tidak ada yang mengaku berarti ini salahku, salah otakku yang menumpul.

Aku tidak kuat! Aku mau tidur saja.

Saturday, February 16, 2013

Cerita lain anak ini..

Setelah dibuat bingung yang tidak berkesudahan selama beberapa minggu belakangan ini, akhirnya saya mengambil keputusan juga mau kuliah di mana. Hah, menyedihkan. Niat awal memang ingin menjauhi Matematika (dan Fisika), toh aku berhulu juga di fakultas yang mengandung hitung-menghitung. FYI, aku nggak daftar di MIPA. Saya nggak yakin saya masih bisa hidup dengan tenang kalau di sana.

Akhirnya bisa mulis di sini juga. Sebenernya sih aku pengen nulis dari tanggal 8 kemarin. You know, aku baru saja berulang tahun yang ke 17! Aku sudah dewasa. jadi aku bisa nonton film porno (err, nggak juga sih). Aku pengen sebenernya memberi foto-foto kado-kado dari temen-temenku, sayangnya aku lagi males... Capek! (alasan).

Ulang tahun ini memang tidak ada bedanya dengan ulang tahun yang sebelumnya. Masih sama. Hanya saja mereka dan aku sedikit berpesta-pesta karena ini sweet seventeen. Teman-teman baikku memberiku sebuah buku yang mereka buat sendiri berisi kumpulan ucapan selamat dan harapan-harapan mereka. Dan di halaman terakhirnya, teman baikku dari SMP memberikan kata-kata yang mengharukan.. aku jadi sedih. Lalu mereka juga memberiku sebuah pigura berisi foto mereka dan aku. Dan yang terakhir, mereka memberiku jam tangan berwarna merah muda dan perak. Aduh, kenapa mereka tahu kalau aku suka yang blink-blink? Dan kado terakhir dari temanku yang lainnya adalah sebuah binder. Sederhana, kan? Tapi sampulnya foto GD sama Sungmin >.< terus di dalamnya ada pembatas foto GD, Sungmin, Yonghwa, dan Changmin. Ah, menyenangkan.

Dan kado spesial adalah sebuah kabar gembira. Dari seorang penulis kesukaanku. Akhirnya dia akan merilis ceritanya dalam bentuk buku! Yay! Sebenarnya sala satunya juga sudah dirilis, tapi aku menunggu kisah yang satu itu.

Bukankah aku pernah cerita bahwa aku jatuh cinta pada Cho Kyuhyun pewaris Shinsegae? Fanfiction itulah yang mempengaruhiku. Dan cerita ini akan diterbitkan dalam bentuk buku, I can't wait!

Jadi mulai sekarang aku harus berjuang. Aku ingin seperti penulis itu. Jadi setelah semua ujian sekolah berakhir, aku akan menyelesaikan apa yang sudah aku kerjakan sembari berjuang menguruskan badan dengan diet yang sudah aku rancang :D Doakan saya cepat kurus ya, setidaknya sampai saya kuliah nanti saya punya baju yang fashinable yang banyak.

Salam cinta,

Wednesday, December 19, 2012

Selesai

SELESAI!

Satu kata ini bisa membuatku membenci seluruh dunia dan disaat yang lain juga membuatku mencintai di dunia ini.

Kita mulai dari yang indah dulu.

Kata "selesai" begitu indah di dalam benakku ketika aku sudah menyelesaikan ceritaku. Cerita yang biasanya akan menjadi bebanku dalam belajar. You know, aku sedang mendalami dunia tulis menulis seperti ini dan aku dalam masa "terlalu banyak ide baru." Jadi dalam masa ini aku selalu terburu-buru untuk menyelesaikan satu judul agar aku bisa melanjutkan yang lainnya. Bagiku sulit untuk menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Terkadang aku akan menemukan kesulitan bagaimana aku menghubungkan ide cerita satu dengan yang lainnya (ini yang paling sering terjadi) dan yang lainnya adalah aku lupa apa yang akan tulis setelah beberapa detik sebelumnya ide itu terlintas begitu saja di otakku.

Jadi ketika aku berhasil menyelesaikan satu judul perasaanku sangat senang. Entah bagaimana mendeskripsikannya. Mungkin seperti kau mendapat peringkat pertama? Entahlah karena aku sendiri belum pernah mendapat peringkat pertama. Atau mungkin perasaannya seperti ketika kau menyelesaikan masalah matematika yang sulit? Mungkin itu yang paling dekat. Tapi aku yakin perasaannya berbeda.

Kata selesai indah juga saat kita lulus sekolah. Memang aku baru lulus SD dan SMP, tapi rasanya menyenagkan sekali. Akhirnya aku lepas dari sekolah, seperti itu. Selesai macam ini seperti kau sekesai membaca buku tebal yang kadang membuat keningmu berkerut, matamu berair, dan gigimu kering. Dan ketika kata lulus itu tercetak jelas di selembar kertas putih itu rasanya seperti menutup buku itu. Selesai. Cerita itu sudah selesai.

Kata selesai indah yang lain... adalah ketika masalah yang kita hadapi mulai menemukan titik terang dan sudah terpecahkan. Bukankah itu perasaan senang yang tidak ada bandingannya?

Lalu kita menuju "Selesai" yang menyedihkan...

Dimulai dari hal yang sama. Lulus. Seperti membaca buku juga, kadang masih ada misteri yang belum dipaparkan oleh penulis di dalam buku tersebut. Sama halnya dengan lulus sekolah, walaupun kau merasa senang bukan main, tapi masih ada sesuatu yang mengganjal entah apalah itu. Ada rasanya khawatir tidak akan satu sekolah lagi dengan sahabatnya, ada yang khawatir tidak bisa meneruskan sekolahnya.

Selesai yang lainnya adalah ketika kau menyelesaikan apa yang kau sukai dan kau lakukan begitu lama hingga menjadi sebuah kebiasaan. Misalnya kau hobi untuk menyusun puzzle, setiap hari kau menyusunnya hingga kau sudah terbiasa. Dan setelah selesai kau akan merasa kecewa karena tidak aada sesuatu lagi yang bisa dikerjakan.

Lalu ketika hubunganmu dengan orang yang memenuhi setiap rongga dadamu selesai. Bukankah itu menyesakkan? Aku tidak mau menjabarkannya karena kurasa setiap orang sudah mengerti rasanya.

Selesai. Semuanya selesai. Senang ataupun sedih, selesai tetap akan selesai. Kita tidak bisa memulai kembali apa yang sudah selesai, bukan? Tapi yang ada adalah kita memulai hal lain setelah menyelesaikan sesuatu.

Selesai.

Jika kata ini aku tulis di sini, mana yang akan menggambarkan perasaanmu? Senang atau sedih?

Sunday, October 21, 2012

Selamat Datang di Kehidupan Baru, Tuan Putri

Semakin bertambah tuanya kamu, maka pengalaman hidupmu harusnya juga lebih banyak, bukan begitu? Jangan pikirkan pengalaman itu semuanya yang indah. Namanya juga pengalaman, tentu saja ada yang pahit.

Aku pernah menonton sebuah acara televisi. Acara itu memberitahuku bahwa seorang Permaisuri Kerajaan di Korea jaman dahulu mengatakan bahwa perkataan orang lain adalah hal yang paling buruk--menyakitkan--dalam kehidupan manusia. Dan serius saja, itu memang benar,

Kalau boleh aku bilang, di dunia--saat ini--tidak semua orang itu suci. Semua orang pasti akan menjadi gunjingan. Jadi aku beri tahu kamu saja bahwa jangan berpikir bahwa kamu itu terlalu baik sehingga tidak mungkin bahwa kau menjadi bahan gunjingan. Bodoh, tentu saja bisa. Kau pikir Cinderella tidak ada yang membenci? Atau Putri Salju? Mereka semua dibenci!

Sebenarnya, apakah kamu selalu menjadi anak nomor satu di keluargamu? Atau karena kamu selalu merasa bahwa teman-temanmu menyayangimu? Mungkin, karena kamu tidak pernah melakukan kesalahan maka kamu merasa kamu selalu benar? Hei, bukankah aku pernah bilang padamu belum tentu kami yang selalu salah!

Kamu seharusnya juga bercermin tentang bagaimana dirimu. Menggunjingkanmu sama saja membantumu untuk memperbaiki diri. Bukankah kita harus terjatuh untuk bisa berdiri? Kita harus merasakan sesuatu menohok rongga dada baru bisa dengan segera merubah sesuatu yang buruk itu.

Yah memang kita tidak bisa selalu memuaskan orang lain. Ada juga sebagian diri kita memang dilahirkan seperti itu adanya. Tapi ayolah, jangan cengeng. Itulah kehidupan! Bersikap dewasalah. Bahkan, kau lebih tua dariku. Kau lebih giat belajar dariku, tapi kenapa kau bersikap begitu kekanakan? Memangnya apa yang kau baca itu? Jangan-jangan kau masih berpikir bahwa hubungan sex hanya dilakukan dengan tidur nyenyak bersebelahan?

Bodoh!

Gadis bodoh!

Kau memang tidak pernah dengar dengan kalimat, "Jika kita melakukan sesuatu maka kita akan merasakan hal yang sama."

Belum pernah?

Kau itu selalu ikut kami untuk menggunjingkan orang lain, bukan begitu? Kau bahkan yang memberitahu kami. Kau bersikap baik dan manis. Tapi itu bukan jaminan bahwa tidak ada orang yang tidak suka padamu. Aku bahkan yakin kok, orang-orang diluar sana ada yang sedang menggunjingkanku sekarang. Dan apa yang aku lakukan? Aku hanya diam saja.

Yang aku permasalahkan hanyalah tentang reaksimu ketika kamu tahu bahwa ada orang lain menggunjingkanmu. Memang apa yang kau harapkan? Tidak ada yang digunjingkan? Bodoh. Benar-benar gadis bodoh.

 Analoginya, kehidupan itu seperti kopi. Semestinya memang pahit. Dan gula itu fantasi, membuat segalanya menjadi manis.

Yang seharusnya kau lakukan sekarang ini adalah bangun dari tidurmu yang lelap putri cantik. Bangunlah dan buka matamu lebar-lebar. Lihatlah dunia ini dari sisi yang berbeda. Jangan lihat kebaikan-kebaikanmu dengan mengatakan bahwa, "Aku tidak pernah merasa berbuat salah sama dia." Kamu saja yang tidak tahu.

Sekali lagi, BANGUN! Jangan cengeng! Hadapi saja kenyataanmu.

Saturday, September 8, 2012

Curhat Colongan part 5: That XX (5 years of love)

Jumat siang lalu, aku baru saja menonton pertandingan bola voli di halaman sekolah. Memang ini kebetulan atau para guru sudah merencanakan ini, lapangan bola voli terletak persis di depan kelasku. Jadi sambil istirahat pergantian pelajaran, aku dan beberapa orang temanku menonton pertandingan voli yang kebetulan sedang berlangsung di sana.

Aku begitu kagum dengan mereka yang bisa melakukan service dengan bagus, dengan mereka yang bisa melakukan blocking dan bagaimana mereka bisa dengan cepat bereaksi ketika bola datang. Mereka benar-benar mengagumkan. Tentu saja aku kagum, passing atas dan bawah saja aku tidak bisa melakukannya dengan benar. Aku benar-benar payah dalam olahraga.
 
Oke, bukan ini masalahnya.
 
Masalahnya terletak pada siapa yang bermain saat itu. That XX.
 
Namanya memang tidak mengandung unsur pornografi atau adalah hal yang tabu, tapi demi kebaikannya dan kebaikanku sendiri lebih baik aku mensensor namanya menjadi xx.
 
Jadi, saat itu di ronde kedua, dia menggantikan salah satu temannya. Tentu saja, aku tidak terlalu mementingkannya. Aku masih sibuk dengan rasa kagumku pada mereka yang bisa bermain voli. Tapi setelah temanku menyinggungku dengan kata "modus", pandanganku terhadap mereka berubah drastis menjadi terhadapnya.
 
Apa kalian sudah sadar? That XX yang aku maksud adalah seseorang yang sudah sering aku ceritakan di sini. Dan sebagian besar (atau malah semuanya) ceritanya berkisah tentang aku yang benar-benar putus asa untuk mendapatkan perhatian lebih darinya dan hanya berlaku seperti bulan yang mengelilingi orbitnya tanpa memberi pengaruh apapun padanya. Jadi mungkin, posisiku bukan bulan di sini? Asteroid mungkin? atau Planetoid?
 
Jadi sekali lagi, aku akan menceritakan bagaimana hubungan kami berkembang setelah 5 tahun.
 
Tentu saja tidak ada perubahan. Kami tetap seperti ini saja. Dia tetap dengan dunianya dan terus mencintai wanita pujaannya yang sempat menjadi kekasihnya selama beberapa waktu (dan sekarang aku kira mereka sedang mengusahakan beberapa hal untuk bisa kembali lagi). Sedangkan aku tetap dengan kegiatan fangirling yang berteriak-terak histeris ketika Lee Sungmin sedang memperlihatkan kemampuannya pada Chinese Martial Arts dengan bermain nunchaku atau tongkat panjang itu yang terkadang dia selingi dengan pertunjukan aegyo-nya yang membuatku berpikir bahwa dia adalah bocah 12 tahun. Dan tentu saja mengaguminya.
 
Aku sudah tidak ingat lagi bagaimana aku bisa begitu menyukainya saat itu. Aku juga tidak bisa menemukan alasan logis kenapa aku masih saja menyimpan perasaan padanya meski puluhan laki-laki tampan bersliweran muncul di televisiku atau muncul di layar laptopku. Dan aku tidak yakin kenapa aku masih tertarik padanya walaupun--seperti yang sudah aku sering katakan pada teman-temanku--tingkat ketampanannya menurun drastis yang awalnya sedikit banyak mirip Edward Cullen bercampur sedikit Justin Bieber dengan tambahan Choi Siwon dan Jung Yonghwa menjadi hanya dia, XX.
Mungkinkah karena aku mencintainya?
 
Aku bahkan tidak bisa mendefinisikan kata cinta itu sendiri. Jadi bagaimana mungkin ini adalah cinta? Tidak, ini bukan cinta. Hanya sebuah perasaan yang sampai sekarang aku masih belum bisa menerka perasaan macam apa ini.
 
Ada satu hal yang aku takutkan saat ini. Memang bukan rasa takut karena ini mengerikan. Karena mungkin aku tidak akan terbiasa saja.
 
Bagaimana saat kami berkuliah nanti?
 
Aku sudah terbiasa hidup penuh dengan that xx hampir selama 5 tahun ini. Dan biasanya aku selalu akan mencarinya duluan ketika kami berada di satu event yang sama yang berbau sekolah. Jadi bisa dikatakan bahwa sekolah adalah hal yang bisa memenuhi hasratku padanya.
 
Kuliah itu punya banyak kemungkinan. Hal inilah yang membuat setiap kemungkinan yang ada mempunyai presentase yang kecil untuk bisa terjadi. Apalagi, aku dan dia mempunyai ketertarikan yang berbeda. Dilihat sekali saja aku yakin dia bukan orang yang suka dengan membaca, apalagi sastra. Sedangkan aku, seperti yang sudah kalian tahu bahwa aku sangat suka menulis cerita pendek maupun cerita panjang (walaupun produk gagal). Jadi, bagaimana mungkin kita bisa bertemu lagi di universitas?
 
Kalaupun kita berada di satu universitas, tidak mungkin kami akan berada di satu fakultas dan mempunyai mata kuliah yang sama. Kemungkinannya seperti menemukan planet seperti Bumi yang bisa ditinggali oleh manusia masa depan.
 
Terkadang, aku ingin sekali dia tahu tentang semua ini. Hanya sebagian kecil dariku sebenarnya yang menginginkan hal ini terjadi. Namun bagian diriku yang lain yang lebih mendominasi menginginkan ini semua tidak pernah dia sentuh. Biarkan aku menjadi seperti ini, menjadi pengagumnya yang duduk di barisan paling belakang.
 
Sebenarnya, aku merasa aku banyak berbuat tidak adil padanya. Hampir setiap karyaku terisnpirasi darinya. Mulai awal aku mencoba menulis dengan serius sampai dengan saat ini. Dia masih ada di antara karya tulisku. Sedangkan dia, tidak mendapatkan apa-apa dariku. Sama sekali tidak ada.
 
Aku berharap, suatu saat nanti aku bisa mengucapkan rasa terimakasihku dengan layak. Dan juga bisa menginspirasinya seperti yang dia lakukan padaku. Ketika kami berdua sudah sukses dengan semua cita-cita kami.
 
Apa kau menemukan inti dari apa yang sudah aku tulis?
 
Sebenarnya aku sendiri tidak mengerti apa inti aku menulis seperti ini. Aku hanya terserang rasa aneh akut yang menyergap diriku tiba-tiba saat aku kembali melihatnya tadi di sekolah. Hanya itu. Tidak ada yang lebih.
 
Jadi, that xx. Aku harus melakukan apa, eh?
 
Walaupun aku masih tidak tahu pasti, tapi biarkan saja aku menulis ini atas definisi orang-orang.
 
Aku mencintaimu. Seperti wanita yang menyukai lawan jenisnya. Ya, seperti itu.

Saturday, June 30, 2012

Curhatan diri dan Curhatan Sekolah

Apa yang akhir-akhir ini saya pikirkan?
Selain galau saya makin tua, saya juga galau sebentar lagi saya mau lulus SMA (amiin. Ini karena saya nggak betah sekolah)
Well, ada hal lain yang lebih saya khawatirkan daripada UNAS yaitu : Habis lulus, aku mau ke mana?
Saya bingung loh sampe sekarang. Saya mau nerusin kemana kuliah nanti? Jujur aja, saya nggak ngerti apa potensi saya. Saya juga nggak suka yang muluk-muluk, saya suka yang gampang lulus tapi cepet cari kerja. Tapi saya juga nggak suka kerja yang muluk-muluk. Terus saya jadi apa?
Saya idup bener-bener kayak nggak ada motivasi deh bener. Kerjaan tiap hari itu bangun, makan, nonton Tv, sekolah, buka laptop, nonton variety shows, tidur. Bahkan saya sadar kalo saya nggak pernah belajar. Jadi intinya, saya bener-bener nggak niat idup.
Yang satu lagi saya khawatirkan tentang kuliah adalah Skripsi. Saya benci buat laporan atau Karya ilmiah. Saya nggak suka meneliti. Terus besok saya mau skripsi apa kalo ide aja selalu mentok?

Ada satu hal lagi yang bikin saya sering sesek napas kalo kepikiran tentang ini. Last Farewell.
Waktu aku lulus SMP, aku sudah menyiapkan mental buat nggak ketemu Makhluk tampan itu lagi. Tapi, takdir berkata lain jadi aku diberi kesempatan ketemu dia 3 tahun lagi. Dan masa berlaku 3 tahun itu bentar lagi abis. Cuma tinggal 1 tahun. Setelah itu aku yakin aku nggak bakal ketemu dia lagi.
Rasanya kalo gini, mending aku nggak ketemu dia aja dari dulu. Ini adalah akhir Akhir-akhirnya untuk perasaanku sama dia.

Kenapa hidupku nggak serumit kehidupan di drama sih? Hiduoku nggak rumit karena aku nggak punya banyak masalah di hidup (atau mungkin aku memang punya masalah tapi aku menanggapinya dengan biasa aja?). Aku pengen hidupku berwarna dikit lah. Misalnya hidupku kayak Lee Gyu Won atau hidupku kayak Cha Daewoong, atau hidupku kayak Gil Raim, atau cerita hiduoku kayak full house. Nggak boleh ya? Mungkin kalau aku kepengen hidupku kayak Choi Hyunji itu harapan yang berlebihan.

Sampai saat ini, aku masih susah mengucapkan kata "Bye" buat mereka (teman-teman dekatku dan dia). Aku selalu takut aku tidak akan punya teman baru yang sebaik mereka. Aku selalu takut kalo nantinya aku malah justru nggak punya temen. Aku takut kalo ketika temen-temenku udah jadi sarjana aku maishbelum masuk kuliah. Aku takut temenku udah sukses aku masih berkutat dengan skripsi. Aku takut itu dan aku khawatir tentang itu.

Jadi aku harap tahun ini, aku bisa menemukan motivasi hidupku, aku bisa berteman dengan teman baru, dan aku bisa menjadi diriku yang sekarang untuk selamanya.


Oh iya, ternyata emang nggak semua guru nyenengin ya? Wali kelasku yang awalnya kita takut bakalan nyebeliiiin banget pada akhirnya beliau jadi baiiiiik banget. Dan Kepala sekolahku yang tadinya aku kira bisa diajak santai ternyata enggak. Dunia itu maunya apa siiih?
Oya? Caranya ngubah pikiran kepsek gimana ya? Nggak bisa ya? Oh iya, kepsek kan punya hak veto (saya sedang bersikap sarkastik). Kalo gitu sekolah saya bukan lagi keluarga, tapi PBB, (duh ngakak). Keluarga setidaknya selalu meminta pendapat satu sama lain, ini enggak dong. Lucu ya.
Entah deh apa pikiran kepala sekolah saya
(A/N: Kok kamu ngomongnya gitu? nggak takut dimarahin guru?)
Well, ini negara demokrasi kan? Aku punya hak bicara dan mengekspresikan perasaanku. Aku punya hak itu dan itu ada di UUHam,
Mau debat? Well, karena aku nggak suka disuruh debat, kalo ini tentang aku , aku bisa adu argumentasi.
Kkkk
Gaya lu lah.

Thursday, May 3, 2012

Tidak ada judul yang tepat untuk mewakili tulisan di bawah ini

Well, sebenernya saya nggak mau nulis cerita saya di sini. Saya lagi kena writer's block di mana saya benar-benar sedang tidak mempunyai ide untuk melanjutkan tulisan saya.
Ngomong-ngomong soal nulis, saya baru aja selesai baca Fanfiction yang menggunakan bahasa tingkat tinggi, bener-bener teratur dan rapi. Pokoknya enak banget buat dibaca. Saya pernah bilang kan kalo gaya bahasa saya juga gampang terpengaruh oleh apa yang saya baca. tapi entah ya, untuk saat ini gaya bahasa Fanfiction itu tidak bisasaya adaptasi. Susahnya astaga pake bahasa sastra tinggat awang-awang begitu. brr.

Oh ya, saya jadi panitia lagi loh. Cihuy. Panitia GPBT (pensi) sekolah. Tau tau saya jadi apa? DANA USAHA. dan motto kami adalah 12 JUTA 2 BULAN! Saya sampe mau muntah bener deh begitu tau saya harus cari 12 juta dalam 2 bulan. Oh mai gosh, gimana caranya coba? masa saya harus bolos sekolah lagi? Jahat amat, padahal saya udah nggak bisa ngikutin pelajaran dengan lancar karena saya benar-benar tidak mengerti pelajaran tapi kenapa mereka begitu teganya memasukkan namaku ke dalam Sie DANA USAHA? APA SALAHKU?

ngomongin pelajaran, saya benar-benar nggak tahu ya. Tahun lalu bukannya saya udah bilang kalo saya nggak kuat fisika? Oh well, itu saya BENER-BENER NGGAK KUAT FISIKA. dari setahun ini deh, saya berasa nggak belajar apapun loh. Masa nggak ada satu pun pelajaran yang masuk sih yang bener aja? Sebodo-bodonya saya di SMP dulu, seenggaknya kalo ngerjain fisika bisa juga. tapi ini kenapa nggak bisa? oh
emosi saya.

Oh, ada yang nonton konser Super Junior di jakarta kemaren? gimana? seru? Saya nggak nonton euy. Sedih deh. Emang sih sayabukan Fans Super Junior tapi saya itu Fans beartnya '86 line mereka. UUU sedih.

Ngomongin konser, oktober besok BIGBANG mau ke Indonesia. Saya nonton enggak? Enggak dong. Soalnya menurut cerita temen saya yang pernah nonton konser BEAST, k-popers Indonesia itu begitu maniaknya jadi agak sedikit nyeremin. Well, aku tahu itu bener. Alasan lain adalah PASTI TIKETNYA MAHAL. alasan lainnya lagi, KONSERNYA PASTI DI JAKARTA. Saya ke sana naik apaan coba? Saya ke Venue dianter siapa coba? Sedihkan sedih kan.

BTW, kenapa sih konser selalu di Jakarta? Apa bagusnya coba jakarta? Macet begitu. Mending joga di Jogja, Kan? Lancar-lancar aja. Butuh tempat yang menampung banyak orang? Tuh, Mandala Krida ada, JEC ada. Kurang apa lagi coba?

Sebel.

Wednesday, April 4, 2012

Curhat Colongan Part 4: It is just another happy ending


Janjikah saya kalau saya nggak akan lagi curhat di blog? nggak kan? jadi saya mau curhat lagi ya.
Setelah Curcol terakhir saya hampir setahun, saya datang lagi... dan kali ini tentang Kisah bahagia dan kisah debu saya.

Kisah debu? aneh ya?

Kisah bahagia adalah dia sudah bisa mewujudkan salah satu impiannya. Wanita yang dia sukai sekarang adalah calon istrinya. Bahagia, kan?
Kisah debu adalah hati saya, yang langsung berubah menjadi debu dalam sekejap mata. Awalnya bener-bener kayak mati rasa. Bayangin aja, saya adalah seseorang yang gampang banget ketawa tiba-tiba nggak bisa ketawa walaupun lagi nonton strong heart (salah satu variety show kocak di korea yang itu selalu membuat saya ketawa). Hebat banget kan? saya baru bisa ketawa itu 4 jam setelah aku dapet kabar itu dengan cara saya banyak-banyak nonton variety show yang udah saya simpen di laptop. untuk kali ini, saya berterimakasih pada FIGHTING JUNIOR (Super Junior: Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Kyuhyun).

Dan bahagia yang lainnya, doa saya di dengar Tuhan. Saya pernah berdoa "Tuhan, jika dia memang jodohnya, maka dekatkanlah mereka." Ini adalah salah satu doa kusyuk saya yang dikabulkan Tuhan sebegitu cepatnya.
Debu adalah perasaanku berubah menjadi debu yang siap terbang kapan aja. Sayang, debu ini malah mengendap. Jadi perasaan itu nggak ilang-ilang.

Rasanya gimana kalo kamu libur sehari, niatnya mau nonton sama temen-temen kamu. Kamu udah memulai harimu dengan bahagia, kamu udah liat cowok imut dari handphone kamu sampe kamu kira "asupan gizi" kamu udah cukup. Kamu juga udah ketawa-ketawa sama temen-temen kamu. Tapi begitu sampe di bioskop kamu dikasih tau temen kamu kalau dia bakal kencan di bioskop yang sama? Gimana rasanya?
Dan itulah yang terjadi pada saya. Bayangin aja perasaan saya.
Untungnya aja, dia dan saya nggak nonton satu film dan nggak nonton satu studio. Walaupun jam tayangnya sama, tapi kita beda film, dan kita beda studio. Dan Untunglah, aku dan salah satu temenku memutuskan untuk menonton THE WOMAN IN BLACK, film horror. Entah ya, mungkin saking seremnya, saya jadi nggak terlalu kepikiran. Entah apa yang terjadi kalau kita milih film yang sama dengan dia.

Dan sekarang, saatnya untuk menarik diri dari galaxy-nya. Aku mau jadi bintang juga, bukan cuma dia. Dia bintang, dan kekasihnya adalah pelanetnya. Aku dulunya adalah salah satu benda langit yang juga mengitarinya, tapi sekarang, aku lepas dari gravitasinya dan akan menjadi bintang.
Dan disaat yang seperti ini, kembali pada makhluk-makhluk imut adalah salah satu keputusan yang sungguh tepat. Untungnya, saya punya simpanan uang, jadi saya bisa beli CD baru. Mini Album BIGBANG saya udha dateng dari beberapa minggu yang lalu. Dan saya, sekarang malah jadi punya 2 CD Super Junior gara-gara saya lagi ketagihan Sungmin. Jadilah, hari-hari saya kayak ujan cicak (atau hujan rubah?) yaitu hujan pas langut TERANG banget. Ya mungkin itu adalah penggambaran yang agak masuk akal tentang gimana perasaan saya ini.

PS: foto saya kok imut banget ya...?
Kekekeke

Sunday, January 8, 2012

sejauh ini...

Tahun baru ya? Seneng nggak ya? habis katanya tahun ini mau Kiamat sih. Kayaknya nggak jadi seneng ah.
kenapa sih kiamat harus tahun 2012? Saya kan masih sekolah. Saya juga masih perawan. Biarkanlah saya nikah dulu, punya anak, kayak raya (dalam segala artian). barulah kiamat. Nggak enak amat saya baru berapa tahun udah kiamat aja. kekeke.

Anyway, sekarang saya lagi serius untuk mengerjakan sesuatu di tengah kebingungan saya mau kuliah di mana (padahal sebelum masuk kuliah udah kiamat). Saya baru saja memulai menulis (baca: mengetik) cerita lagi yang terinspirasi dari Drama Korea : Heartstring and Anime : Nodame Cantabile. Sebenernya kalo saya ngetiknya di laptop sih mungkin sekarang udah bisa dapat 10 halaman bahkan lebih. tapi dikarenakan Laptop malang saya ketumpahan kopi, jadi saya ngetiknya di handphone. Jadi, bisa bayangin betapa bengkaknya jempol saya?
Oh, dan fanfiction yang pernah saya ceritain sebelumnya : Nggak diterusin. Asli saya pusing mau buatnya gimana. udah nggak dapet rasanya sih. kekeke.

oh iya, ternyata, sekolah itu menyeramkan. nggak mau sekolah juga deh kalo gini caranya, Masa ngaak boleh punya nilai pas KKM. astaga, Fisika itu kan susah. Sebenernya kan saya udah benci itu sama Fisika. tapi kenapa ya saya masih belum cinta sama fisika. katanya benci bisa jadi cinta. Boong ah.

kok kayanya udah panjang ya? kekeke. udah lama ya saya nggak nulis panjang-panjang habis otak saya terbatas. kekeke. gimana mau nulis banyak, baca banyak aja malesnya....

aniwei, BIGBANG bentar lagi comeback. asik, uang saya habis.

Sunday, June 26, 2011

About the last post

Yeah, you know what's the purpose I post this blog.
BECAUSE I PASS THE 10TH GRADE BABY!

Dan saya masuk IPA. Yes, IPA. Not what I expected.

Jadi saya naik kelas dan masuk IPA. Kamu tau nggak? aku tu nggak suka sama Fisika lho, aku bahkan sangat-sangat nggak suka Matematika. Terus gimana saya bisa selamat di IPA besok? Jangan-jangan besok saya bakal diseret ke UKS setiap ada Fisika sama Matematika.

Tapi, yasudahlah terima saja. Lagian dulu kan saya juga berharap buat masuk IPA.

Tapi ya, kalo saya lulus SMA (AMIN!) saya mau lanjutin ke mana? Fakultas apa? Terus kerjanya nanti jadi apa? Saya galau nih,

Tapi itu urusan nanti kali ya. yang penting sekarang saya mau cari guru les privat biar otak saya nggak berasep besok pas masuk sekolah.

CHAO!

ps: Mungkin Double post this day. MAYBE.

Saturday, June 18, 2011

Curhat Colongan Part 3: Juni

Dear you.

Yes, I know this month is June. And It's miserable.

Bulan Juni ini, aku sudah melewati Ujian Penjurusan. Sebagai anak SMA tau lah apa itu penjurusan. Sebuah momok yang mengerikan bagi semua anak kelas 1 SMA. Bahkan mungkin JAUH lebih mengerikan dibandingkan dengan UNAS atau yang lainnya. Tapi mungkin juga tidak. Bagiku, semua ujian itu mengerikan. Mau itu ujian di sekolah, ujian saat les, atau ujian dari Tuhan. Semua mengerikan. Aku menyukai sesuatu tantangan, tapi ujian itu bukan tantangan!

Dan sedihnya adalah, dari semua mata pelajaran saya remidi 3 mapel : Bahasa Jerman, Ekonomi, dan Geografi. Dan kamu tau berapa nilai rata-rata matematika angkatan saya? 5,XX MAN! Dan parahnya rata-rata fisika angkatan saya jauh lebih jelek dari matematikanya! Terus masa depan saya gimana itu? IPA nggak masuk, IPS nggak masuk. Terus gimana? Kata guru saya sih, kalo tidak memenuhi semuanya, bakal di D.O. Shit man! aku mau jadi apa kalo di D.O? Mau taro mana muka saya? Pantat? Mau taro mana muka keluarga saya? Pantat saya juga? Penuh dong pantat saya.

Terus kalo saya di D.O, mau jadi apa saya? Saya nggak mau jadi pengangguran.

Parahnya, saya pernah mimpi saya dikasih perkamen gitu isinya saya diterima di IPA. Shit, kalo itu beneran, bisa pecah otak saya.

Saya sempet nangis di sekolah waktu ngerjain remidi. dan, I didn't tell my friends about it. EVER.Itu memalukan. Seorang saya yang bisanya menghibur teman-teman saya yang lain, saya malah nangis. Saya ini benar-benar tidak konsisten.

jadi kawan, kalo misal saya tidak mempost sesuatu di akhir bulan ini atau bulan depan atau selanjutnya, berarti saya sudah di D.O dari sekolah saya.

wassalamu'alaikum.

FebiannisaRahmania

Tuesday, May 10, 2011

MAY be know, SURELY YES

Owkeh,
emang sih bulan Mei ini belum habis, tapi selama bulan ini lumayan... MENYENANGKAN.

Jadi, Awal Mei lalu, tanggal 2 Mei 2011, angkatan saya ada yang namanya Sneak Peak theater. Itu adalah cuplikan hasil latihan kami selama 4 bulan di depan temen-temen seangkatan dan Guru bahasa Indonesia kami. Dan itu, BEH, ajib pada keren-keren. Kecuali bagi saya sih ya sepuluh 2 yang kayaknya ya gitu deh nggak jelas.

ya kalo mau tau, selama ini yang menurut saya bagus emang kelas saya sih --dan sepuluh satu, dengan berat hati. Ya secara yang bisa mencuri perhatian ya cuma kelas saya. Ada adegan romantis, adegan tegang, dan adegan lucu. Oke jujur, saya sendiri juga bingung ini sebenernya ceritanya kelas saya itu apa. Emang sih pemain utamanya adalah tokoh yang namanya Galih, Ratna dan Brenden. Tapi justru yang menarik perhatian adalah adegannya si Dukun dan Kebumen. Entah itu karena adegan kocak, atau si Dananto yang mainnya bagus. Entahlah.

Dan oke, sepuluh enam juga mencuri perhatian saya. Bukan karena plotnya keren atau apa. Tapi gara-gara pemainnya sumpah bikin ngakak.



Dan satu kabar gembira dari saya..
I WILL SEE PARAMORE THIS AUGUST, BABY! WOOHOO

Jadi dengan segenap jiwa dan raga mengantri 5 jam, saya mendapatkan tiket nonton konser paramore. TAPI kata yang jual "Kalo ada apa-apa saya hubungi ya," SHIT kayak ada apa-apa aja. moga-moga kagak ah
MAY be No, SURELY YES!

Saturday, September 11, 2010

SMP vs SMA

Hai.
Hai saya occa, saya 14 tahun, dan saya puasa 30 hari PENUH tahun ini. HORE! Saya sebenernya juga nggak tau kenapa bisa FULL kayak gini. padahal tahun-tahun sebelumnya saya nggak pernah Full loh (kebanyakan alesan karena tidak kuat).
Oke, anyway, selamat hari raya Idul Fitri yak. Maap-maap kalo selama saya ngepost selalu nggak jelas, penuh dengan kalimat dan kata-kata yang aneh. Namanya aja Blognya orang aneh yang aneh-aneh bikin bloh aneh. ya jadinya gini deh, aneh.

Nah, sekarang saya mau cerita tentang : NGGAK TAU!
Oke, jujur saya memang nggak tau mau cerita apa. Pathetic. Aku sungguh nggak punya ide apa-apa. entah mengapa begitu masuk SMA, otak saya jadi tumpul banget kayak kapak genggam manusia purba. Dulu sih otak saya.. tumpul juga sih. Tapi tumpulnya bagai pensil yang nggak pernah di raut.
Entah kenapa juga, dulu aku paling sering nggak ikutan remidi. tapi sekarang, dari 5 ulangan sya cuma lulus 2 mata peklajaran. demi apa coba? 3 kali remidi bo. Astaga otak saya tumpul banget ternyata.
Ternyata, guru-guru SMA lebih TIDAK enak dibanding guru SMP. Dulu waktu SMP, aku selalu mikir, "ini guru nyebelin amit ya." tapi ternyata di SMA ada juga guru yang LEBIH nyebelin. Bayangin aja masa kita disuruh ngerti MTK dengan secepet kilat, padahal MTKnya itu astaga : akar diakar diakar diakar lagi, atau kalo enggak angka dipangkat dipangkat dipangkat dipangkat dipangkat lagi. Eh gila aja. Padahal dulu waktu SMP saya sering banget lho tidur di kelas pas MTK (gara-gara nggak ngerti juga sih. hehehe).
Hal lain adalah SMA itu harus moving class. Jujur, saya cape moving class begituan. Gila aja kalo kelas pertama di depan kelas kedua di belakang sendiri, padahal cuma dikasih waktu 5 MENIT! bayangkan 5 MENIT, man.

Enak juga SMP. SMP itu kita lebih santai (walaupun kalo pas mau UNAS digojlok sampe otak berasep), nggak perlu moving class, MTKnya juga nggak susah-susah amat, Biologi juga nggak serem-serem amat (walaupun saya nggak pernah nyatet gara-gara gurunya kalo kasih catetan bikin bingung. Kadang baru ngomongin ekskresi tiba-tiba bisa nyampe ke reproduksi).

Tapi, disetiap masa itu pasti ada kurang dan ada lebihnya. SMP dan SMA mau tak mau harus aku jalani. Nggak mungkin kan aku terus di SMP.

I have nothing to say again

so, saya akan meninggalkan kalian Quote dari Issac Newton.
Gravitasi mampu menjelaskan pergerakan planet-planet, tetapi gravitasi tidak mampu menjelaskan siapa yang menggerakan planet tersebut. Tuhan mengendalikan segalanya, dan tau apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan

Monday, January 25, 2010

Dear Folks,

Welcome back ! Ya saudara saudara, bulan ini saya ngepost 2 kali. nggak seperti biasanya. emang enggak biasa. selain saya disuruh posting lagi buat nambahin nilai TIK saya, saya juga lagi pengen share sma kalian semua.

Okay, diawali dengan musik. saya lagi keranjingan dengerin musik RANDOM. jadi lagu apa aja masuk di playlist. Ada Kris Allen, Daniel Powter, Cobra Starship, FOB, paramore, The academy is.. dan sebagainya. Ya, after all I trough, saya jadi membuka mata. nggak cuma lagu band tertentu aja yang masuk playlist, tapi Solo male juga masuk (yang solo female sabar yak, masih penyesuaian).

nah, dan saya sekarang jadi suka Insomnia. Susah banget tidur, ya kalo nggak bisa tidur gini terpaksa makan yang banyak. at least Kenyang kan bikin ngantuk . syukur kalo inget ada PR. kadang saya ngerjain PR itu jam 12 malem sambil nonton MTV Insomnia. abisnya kalo ngerjain sore-sore gitu suka agak nggak konsen. kan udah pulang sekolah capek, belom ntar ada Les, jadi ya pegel gitu ni badan. jadi ya kerjainnya tengah malem aja.

Nah, di MTV Insomnia itulah saya ketemu sama lagunya Kris allen yang "LIve like we're dying". dan dari situ juga jadi penasaran sama kris allen jadinya saya download deh lagunya , hehehe maaf belom nemu CD aslinya sih :p

So this is it postingan untuk tugas TIK. abisnya saya bingung mau posting apaan pak. Mau tentang liburan wong liburan juga nggak kemana-mana. ya to ya pak ! :D

So Long then !!!

salam,

Tuesday, January 19, 2010

UNAS UNAS dan UNAS

Dear folks,

UNAS UNAS and UNAS just danced around in my head. Yes, as you know, saya sudah kelas 9 SMP yang berarti saya harus mengkuti UNAS. It's like WTH gitu, kenapa musti UNAS? kenapa nggak rapot aja? at least rapot kalo sikap kita baik sama guru kan nilai rapot juga bagus.

Dan lagi pula, guru-guru juga nggak mengasihani murid-murid kelas 9-nya. Ya udah tau kelas 9 tapi masih aja dikasih tugas yang seabrek. mending kalo tugasnya menyangkut tentang mapel UNAS, lha ini malah disuruh buat lagu. NGGAK PENTING !!

OMG, please help me !!

Dan dan, Layout saya ganti lagi ya. habisnya, layout yang lama kan serem ya kalo buat guru-guru. ntar saya malah di timpukin pake CPU deh. Ya, walau saya punya blog udah lumayan lama, tapi jarang dibuka. abisnya nggak ada waktu. tau sendiri kan, saya mau UNAS dan banyak tugas, maklum sekolah saya lagi ngincer target masuk 3 besar sekolah terbaik kelulusannya, hehehe

okay, sekian dari saya , lagi males ngetik. BTW, otak saya sekarang jadi sering "bernyanyi" lagunya FOB. ahaha

Piss love and YA GITU DUEH !